Tips Menghindari Serangan Virus Ransomware Wannacry

Ransomeware wannacry

Sebuah Malware berbahaya yang diberi nama Ransomware Wanna Cry menjadi heboh dalam beberapa hari terakhir karena serangan malware paling ganas ini telah masuk sampai ke Indonesia, diataranya Rumah sakit. Melalui siaran pers Nomor 55/HM/KOMINFO/05/2017, Kementerian KOMINFO menjelaskan bahwa Ransomware Jenis Wannacry ini telah menyerang Rumah Sakit Dharmais dan kemungkinan besar serangan siber ini akan semakin meningkat pada hari ini.

Untuk itulah Kominfo menghimbau agar seluruh masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap ancaman Malware khususnya Ransomware jenis WannaCRY ini. Untuk diketahui, serangan siber ini dimulai sejak para cracker menyebarkan virus Wanna Cry Ransomware ke sejumlah negara pada hari Jumat, 12 Mei 2017 lalu. Sebanyak 99 negara telah terinfeksi virus ini, termasuk Indonesia. Masih pada bingung? Yuk kenalan dulu sama Ransomware Wanna Cry biar pada tau, karena tak kenal maka tak sayang.

Mengenal Ransomware WannaCry


Tips Menghindari Serangan Virus Ransomware Wannacry
Ransomware Wannacry

Ransomware adalah sebuah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali. Lalu, apa itu WannaCry dan bagaimana cara kerjanya?

WannaCry (.wcry) atau juga dikenal sebagai Wanna Decryptor adalah program ransomware spesifik yang mengunci semua data pada sistem komputer dan membiarkan komputer korban hanya memiliki dua file yaitu instruksi tentang apa yang harus dilakukan korban selanjutnya dan program Wanna Decryptor itu sendiri. Ransomware Wannacry mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi server message block (SMB)

Saat program itu dibuka, komputer akan memberitahukan kepada korban bahwa file mereka telah di-encryted, dan memberikan mereka tenggat waktu untuk membayar. Jika korban tidak melakukan pembayaran maka para penjahat bisa menghapus seluruh file yang ada di komputer yang telah terinfeksi Ransomware WannaCry.

Penyebaran Ransomware WannaCry  bisa masuk komputer korban lewat email yang disamarkan, seolah-olah email itu berisi pesan penting. Oleh karena itu, kita harus hati-hati dan waspada sebelum membuka email. Jika email itu mencurigakan, lebih baik langsung dihapus. Malware juga bisa ditanamkan pada situs web tertentu yang sering diakses banyak orang.

Cara Mencegah dan Mengatasinya

Saat ini belum ada Solusi yang paling cepat dan jitu untuk mengembalikan file file yang sudah terinfeksi wannacry. Akan tetapi cara terbaik untuk mencegah penyebaran Ransomware Wannacry adalah dengan memutuskan sambungan internet dari kabel maupun dari koneksi Wifi yang terkoneksi dari komputer yang terinfeksi. Dengan memutus sambungan internet tersebut, maka komputer lain yang masih dalam satu jaringan tidak akan terinfeksi juga.

Pencegahan lainnya juga bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Update security pada windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoct. Lihat: https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx
  • Jangan mengaktifkan fungsi macros terlebih dahulu. Fungsi ini biasanya digunakan untuk aplikasi Microsoft Word, Excel dll.
  • Block 139/445 & 3389 Ports
  • Selalu backup file file penting di komputer Anda disimpan di tempat lain.
  • Non aktifkan sementara fungsi SMB v1. 

Cara untuk menonaktifkan fungsi SMB v1 adalah dengan cara sebagai berikut :
  • Masuk ke Menu Start, Search.
  • Ketik “Windows Feature” tanpa tanda kutip.
  • Setelah itu akan muncul pop box baru.
  • Cari yang namanya SMB dan hapus centang pada SMB tersebut.
  • Masuk ke Command Prompt dan masukkan perintah ” Disable-WindowsOptionalFeature-Online-Feature Name smb1protocol “

Malware ini hanya akan berjalan pada komputer dengan sistem operasi Windows dibawah Windows 7 seperti Windows Vista & Windows XP, jadi mereka hanya bisa menyerang sistem operasi lama yang tidak memiliki sistem automatic update, Jadi kalau anda menggunakan Windows 7 keatas, Mac OS, Linux, Gadget OS Android dan iOS maka tenang anda tetep bisa berinternetan seperti biasa.
Advertisement
Advertisement

Diam lebih baik dari pada berdebat dengan orang‐orang bodoh.